Laman

Selasa, 15 November 2011

Makalah Pengaruh Globalisasi Terhadap Generasi Muda

PENGARUH GLOBALISSI TERHADAP GENERASI MUDA (REMAJA)

DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI SYARAT MENGIKUTI UJIAN SEKOLAH BIDANG STUDY KEWARGANEGARAAN


DISUSUN OLEH :
ARDI ZHARETA R
ASEP JUMANTRI
ANGGIH HARDIANSYAH










SMK PASUNDAN 2 BANDUNG TAHUN AJARAN 2011-2012



KATAPENGANTAR
Puji dan syukur selalu kita panjatkan kehadiran Allah SWT, Tuhan semesta sekalian alam yang senantiasa memberikan rahmat dan hidayahnya kepada seluruh makhluk di muka bumi ini. Untuk itu hanya karena kekuasaan dan kehendaknya pulalah akhirnya penulis dapat mewujudkan buah pikirannya dalam bentuk tulisan yang sederhana ini.
Tema makalah kali ini yang diambil adalah mengenai dampak globalisasi terhadap generasi muda (remaja).Tulisan kali ini juga dapat mengamati perkembangan bangsa Indonesia apakah berpengaruh besar terhadap kehidupan sehari-hari mereka, sehingga tulisan ini dapat dipakai sebagai bahan referensi untuk materi yang sama dengan mata pelajaran yang bersangkutan.
Selanjutnya penulis menyadari bahwa rasanya sulit untuk dapat mewujudkan tulisan ini kehadapan para pembaca tanpa bantuan orang lain, untuk itu izinkanlah penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada bapak Atep sebagai Guru mata Pelajaran Kewarganegaraan dan tentunya juga ucapan terima kasih kepada orang tua yang telah memberikan dukungan serta doanya.
Selain itu ucapan terima kasih kepada teman-teman yang memberikan dukungan dan informasi-informasi mengenai tema tulisan yang saya ambil kali ini.
Untuk itu kepada semua orang yang telah penulis sebutkan diatas saya ucapkan terima kasih, teriring doa semoga Allah Yang Maha Kaya yang akan membalas segala budi baik tersebut. Akhir kata, bahwa sebagai manusia biasa tentunya penulis tidak luput dari segala kelemahan dan kekurangan. Harapan terakhir dari penulis, semoga tulisan ini dapat memberikan arti dalam memperkaya khasanah keilmuan para pembaca yang selalu haus dan lapar dengan ilmu pengetahuan.











DAFTAR ISI

 KATA PENGANTAR

 DAFTAR ISI

 ABSTRAK

 BAB I PENDAHULUAN
o Latar Belakang
o Tujuan

 BAB II PEMBAHASAN

 BAB III PENUTUP
o Kesimpulan
o Saran

 Daftar Pustaka













ABSTRAK
Masalah sosial yang dikategorikan dalam perilaku menyimpang diantaranya adalah kenakalan remaja. Untuk mengetahui tentang latar belakang kenakalan remaja dapat dilakukan melalui dua pendekatan yaitu pendekatan individual dan pendekatan sistem. Dalam pendekatan individual, individu sebagai satuan pengamatan sekaligus sumber masalah. Untuk pendekatan sistem, individu sebagai satuan pengamatan sedangkan sistem sebagai sumber masalah. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa ternyata ada hubungan negative antara kenakalan remaja dengan keberfungsian keluarga. Artinya semakin meningkatnya keberfungsian sosial sebuah keluarga dalam melaksanakan tugas kehidupan, peranan, dan fungsinya maka akan semakin rendah tingkat kenakalan anak-anaknya atau kualitas kenakalannya semakin rendah. Di samping itu penggunaan waktu luang yang tidak terarah merupakan sebab yang sangat dominan bagi remaja untuk melakukan perilaku menyimpang.



















BAB 1 . PENDAHULUAN

a) Latar Belakang
Globalisasi merupakan suatu proses yang mencakup keseluruhan dalam berbagai bidang kehidupan sehingga tidak tampak lagi adanya batas-batas yang mengikat secara nyata, sehingga sulit untuk disaring atau dikontrol.
Terjadinya perubahan nilai-nilai sosial pada masyarakat, sehingga memunculkan kelompok spesialis diluar negeri dari pada dinegaranya sendiri, seperti meniru gaya punk, cara bergaul. Hal ini yang mengakibatkan remaja sekarang sering meniru gaya orang luar negeri. Mereka beranggapan bias menjadi lebih menarik jika melakukan hal itu. Padahal semua itu salah besar. Mereka tidak menyadari akan dampak yang kan mereka terima jika mereka sampai salah jalan. Apalagi mereka yang mulai memasuki dunia remaja dimana merekasedang mencari jati diri.
Masa remaja yang dimaksudkan merupakan periode transisi antara masa anak-anak dan masa dewasa. Batasan usianya tidak ditentukan dengan jelas, sehingga banyak ahli yang berbeda dalam penentuan rentang usianya. Namun, secara umum dapat dikatakan bahwa masa remaja berawal dari usia 12 sampai dengan akhir usia belasan ketika pertumbuhan fisik hampir lengkap. Salah satu pakar psikologi perkembangan Elizabeth B. Hurlock (1980) menyatakan bahwa masa remaja ini dimulai pada saat anak mulai matang secara seksual dan berakhir pada saat ia mencapai usia dewasa secara hukum. Masa remaja terbagi menjadi dua yaitu masa remaja awal dan masa remaja akhir. Masa remaja awal dimulai pada saat anak-anak mulai matang secara seksual yaitu pada usia 13 sampai dengan 17 tahun, sedangkan masa remaja akhir meliputi periode setelahnya sampai dengan 18 tahun, yaitu usia dimana seseorang dinyatakan dewasa secara hukum. Banyaknya permasalahan dan krisis yang terjadi pada masa remaja ini menjadikan banyak ahli dalam bidang psikologi perkembangan menyebutnya sebagai masa krisis. Pada masa ini perubahan terjadi sangat drastis dan mengakibatkan terjadinya kondisi yang serba tanggung dan diwarnai oleh kondisi psikis yang belum mantap, selain dari pada itu periode ini pun dinilai sangat penting bahkan Erik Erikson (1998) menyatakan bahwa seluruh masa depan individu sangat tergantung pada penyelesaian krisis pada masa ini

b) Rumusan Masalah
Lalu ada apakah di masa remaja ini? Seberapa besarkah pentingnya untuk menangani masa remaja dan seberapa besar pengaruhnya untuk kehidupan dimasa depan individu tersebut? Adakah keterkaitanya dengan era globalisasi sekarang ini?




BAB 2 . PEMBAHASAN

a. Pengertian Globalisasi
Adapun konsep globalisasi menurut pendapat para ahli adalah :
1. Malcom Waters Globalisasi adalah sebuah proses sosial yang berakibat bahwa pembatasan geografis pada keadaan sosial budaya menjadi kurang penting, yang terjelma didalam kesadaran orang.
2. Emanuel Ritcher Globalisasi adalah jaringan kerja global secara bersamaan menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpencar-pencar dan terisolasi kedalam saling ketergantungan dan persatuan dunia.
3. Thomas L. Friedman Globlisasi memiliki dimensi ideology dan teknlogi. Dimensi teknologi yaitu kapitalisme dan pasar bebas, sedangkan dimensi teknologi adalah teknologi informasi yang telah menyatukan dunia.

b. Proses Globalisasi
Perkembangan yang paling menonjol dalam era globalisasi adalah globalisasi informasi, demikian juga dalam bidang sosial seperti gaya hidup.
Serta hal ini dapat dipicu dari adanya penunjang arus informasi global melalui siaran televise baik langsung maupun tidak langsung, dapat menimbulkan rasa simpati masyarakat namun bisa juga menimbulkan kesenjangan sosial.
Terjadinya perubahan nilai-nilai sosial pada masyarakat, sehingga memunculkan kelompok spesialis diluar negeri dari pada dinegaranya sendiri, seperti meniru gaya punk, cara bergaul.

c. Dampak Globalisasi
Globalisasi telah menimbulkan dampak yang begitu besar dalam dimensi kehidupan manusia, karena globalisasi merupakan proses internasionalisasi seluruh tatanan masyarakan modern.
Sehingga terjadi dampak yang beragam terutama pada aspek sosial dampak positif nya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan manusia lainnya.
Sedangkan dampak negatifnya, banyaknya nilai dan budaya masyarakat yang mengalami perubahan dengan cara meniru atau menerapkannya secara selektif,

d. Cara Menanggulangi
Era Globalisasi dewasa ini mengharuskan kita untuk bersikap arif dan mampu merumuskan serta mengaktualisasikan kembali nilai-nilai kebangsaan yang tangguh dalam beriteraksi terhadap tatanan dunia luar dengan tetap berpijak pada jadi diri, serta menyegarkan dan memperluas makna pemahaman kebangsaan kita dengan mengurangi berbagai dampak negatif yang akan timbul dengan cara :
Pembangunan kualitas manusia Indonesia melalui pendidikan. 
Pemberian ketrampilan hidup ( life skill) agar mampu menciptakan kreatifitas dan kemandirian. 
Usaha menumbuhkan bidaya dan sikap hidup global, seperti mandiri, kreatif, menghargai karya, optimis, dan terbuka. 
Usaha selalu menumbuhkan wawasan kebangsaan dan identitas nasional. 
Usaha menciptakan pemerintahan yang transparan dan demokratis. 

a) Karakteristik Masa Remaja (generasi muda)
Sebagai periode yang paling penting, masa remaja ini memiliki karakterisitik yang khas jika dibanding dengan periode-periode perkembangan lainnya. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut :
a. Masa remaja adalah masa peralihan
Periode ini menuntut seorang anak untuk meninggalkan sifat-sifat kekanak-kanakannya dan harus mempelajari pola-pola perilaku dan sikap-sikap baru untuk menggantikan dan meninggalkan pola-pola perilaku sebelumnya. Selama peralihan dalam periode ini, seringkali seseorang merasa bingung dan tidak jelas mengani peran yang dituntut oleh lingkungan.

b. Masa remaja adalah periode perubahan
Terdapat lima karakteristik perubahan yang khas dalam periode ini yaitu, (1) peningkatan emosionalitas, (2) perubahan cepat yang menyertai
kematangan seksual, (3) perubahan tubuh, minat dan peran yang dituntut oleh lingkungan yang menimbulkan masalah baru, (4) karena perubahan minat dan pola perilaku maka terjadi pula perubahan nilai, dan (5) kebanyakan remaja merasa ambivalent terhadap perubahan yang terjadi.

c. Masa remaja adalah usia bermasalah
Pada periode ini membawa masalah yang sulit untuk ditangani baik bagi anak laki-laki maupun perempuan. Hal ini disebabkan oleh dua lasan yaitu : pertama, pada saat anak-anak paling tidak sebagian masalah diselesaikan oleh orang tua atau guru, sedangkan sekarang individu dituntut untuk bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Kedua, karena mereka dituntut untuk mandiri maka seringkali menolak untuk dibantu oleh orang tua atau guru, sehingga menimbulkan kegagalan-kegagalan dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

d. Masa remaja adalah masa pencarian identitas diri
Pada periode ini, konformitas terhadap kelompok sebaya memiliki peran penting bagi remaja. Mereka mencoba mencari identitas diri dengan berpakaian, berbicara dan berperilaku sebisa mungkin sama dengan kelompoknya. Salah satu cara remaja untuk meyakinkan dirinya yaitu dengan menggunakan simbol status, seperti mobil, pakaian dan benda-benda lainnya yang dapat dilihat oleh orang lain.

e. Masa remaja adalah usia yang ditakutkan
Masa remaja ini seringkali ditakuti oleh individu itu sendiri dan lingkungan. Gambaran-gambaran negatif yang ada dibenak masyarakat mengenai perilaku remaja mempengaruhi cara mereka berinteraksi dengan remaja. Hal ini membuat para remaja itu sendiri merasa takut untuk menjalankan perannya dan enggan meminta bantuan orang tua atau pun guru untuk memecahkan masalahnya.

f. Masa remaja adalah masa yang tidak realistis
Remaja memiliki kecenderungan untuk melihat hidup secara kurang realistis, mereka memandang dirinya dan orang lain sebagaimana mereka inginkan dan 4 bukannya sebagai dia sendiri. Hal ini terutama terlihat pada aspirasinya, aspiriasi yang tidak realitis ini tidak sekedar untuk dirinya sendiri namun bagi keluarga, teman. Semakin tidak realistis aspirasi mereka maka akan semakin marah dan kecewa apabila aspirasi tersebut tidak dapat mereka capai.

g. Masa remaja adalah ambang dari masa dewasa
Pada saat remaja mendekati masa dimana mereka dianggap dewasa secara hukum, mereka merasa cemas dengan stereotype remaja dan menciptakan impresi bahwa mereka mendekati dewasa. Mereka merasa bahwa berpakaian dan berperilaku seperti orang dewasa sringkali tidak cukup, sehingga mereka mulai untuk memperhatikan perilaku atau simbol yang berhubungan dengan status orang dewasa seperti merokok, minum, menggunakan obat-obatan bahkan melakukan hubungan seksual.

b) Definisi kenakalan remaja menurut para ahli
• Kartono, ilmuwan sosiologi
Kenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang".
• Santrock
"Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal."

c) Sejak kapan masalah kenakalan remaja mulai disoroti?
Masalah kenakalan remaja mulai mendapat perhatian masyarakat secara khusus sejak terbentuknya peradilan untuk anak-anak nakal (juvenile court) pada 1899 di Illinois, Amerika Serikat.
d) MASALAH GENERASI MUDA (REMAJA)
Dunia remaja akhir-akhir ini digoncangkan oleh fenomena yang tidak menggembirakan.
a) Banyaknya tawuran pelajar, pergaulana-susila dikalangan pelajar dan mahasiswa.
b) Pornografi yang susah dibendung. Kalangan remaja dijangkiti kebiasaan bolos sekolah.
c) Kesukaan terhadap minuman keras.
d) Kecanduan terhadap ectasy (XTC), menjadi budak kokain dan morfin.
e) Kesukaan judidalam urban popular culture, musro, world-wide sing, dan sejenisnya.
Para remaja cenderung bergerak menjadi generasi buih yang terhempas dipantai menjadidzurriyatan dhi’afan,suatu generasi yang bergerak menjadi “X-G” -- the loses generation -- yang tidak memiliki keberanian ikut serta didalam perlombaan dan percaturan gelombang era globalisasi. Penyimpanganperil aku menjadi ukuran atas kemunduran moral dan akhlak. Hilangnya kendali para remaja, berakibat ketahanan bangsa akan lenyap dengan lemahnya remaja.
Penyebab utama karena;
a. Rusaknya sistim, pola dan politik pendidikan.
b. Diperparah oleh hilangnya tokoh panutan, berkembangnya kejahatan orang tua,
c. Luputnya tanggung jawab lingkungan masyarakat,
d. Impotensi dikalangan pemangku adat, dan hilangnya wibawa ulama,
e. Bergesernya fungsi lembaga pendidikan menjadi bisnis, dan profesi guru dilecehkan.
Bahaya besar untuk generasi mendatang.

1. Pencandu Narkoba-Miras, menjadi malapetaka untuk dirinya (zalim).
• Merubah kepribadian secara drastic,penantang, pemarahdan pelawan,
• Masa bodoh terhadap dirinya, semangat belajar menurun, berperangai seperti orang gila,
• Kejahatan sexual menjadi meruyak termasuk anak- anak dibawah umur,
• Hilangnya norma-norma hidup beradat, beragama, dan melecehkan normahukum,
• Berperilaku menjadipenyiksa, putus asa, pemalas,

Menurut Laporan Kasus Narkoba 1999 Kapolda Sumbar telah ditangkap banyak pelaku pengedar Narkoba (Ganja, Shabu-Shabu dan ectacy). Pelakunya berbagai kalangan Swasta, Penganggur, Mahasiswa, Pelajar SMU, pedagang, PNS, tani, sopir). Berita TV dan Radio dan masyarakat kampus telah menyatakan perang terhadap Narkoba. Bahaya Narkoba mengancam jiwa dan generasi bangsa. Narkoba adalah saudara kembarPekat, anak kandung keluargaGelapJahili. Bahan ini disampaikandalam Seminar Bahaya Narkoba Terhadap Generasi Muda pada tanggal 25 Desember 1999, bertempat di Aula Bank Indonesia Padang..


Berdasarkan data di lapangan dapat disajikan hasil penelitian tentang kenakalan remaja sebagai salah satu perilaku menyimpang hubungannya dengan keberfungsian sosial keluarga di Pondok Pinang pinggiran kota metropolitan Jakarta. Adapun ukuran yang digunakan untuk mengetahui kenakalan seperti yang disebutkan dalam kerangka konsep yaitu (1) kenakalan biasa (2) Kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan dan (3) Kenakalan Khusus. Responden dalam penelitian ini berjumlah 30 responden, dengan jenis kelamin laki-laki 27 responden, dan perempuan 3 responden. Mereka berumur antara 13 tahun-21 tahun. Terbanyak mereka yang berumur antara 18 tahun-21 tahun.

Bentuk Kenakalan Generasi Muda (Remaja) Yang Dilakukan Responden (n=30)






e) MEMBENTUK GENERASI MASA DEPAN
Pertama, Mestilah diyakinkan bahwa Generasi muda akan menjadi aktor utama dalam pentas kesejagatan . Karena itu, generasi muda (remaja) harus dibina dengan budaya yang kuat berintikan nilai-nilai dinamik yang relevan dengan realiti kemajuan di era globalisasi. Generasi masa depan (era globalisasi) yang diminta lahir dengan
a. Budaya luhur
b. Kreatif dan dinamik,
c. Memiliki utilitarian ilmu berasaskanepistemologi Islam yang jelas,
d. (world view) yang integratik dan sifatnya (bermanfaat untuk semua, terbuka dan tran sparan).

Kedua, Perkembangan kedepan banyak ditentukan oleh peranan remaja sebagai generasipenerus dan pewaris dengan kepemilikan ruang interaksi yang jelas untuk menjadi agen sosialisasi guna menggerakkan kelanjutansurvival kehidupan kedepan.
Ketiga, kita memerlukan generasi yang handal,
dengan beberapa sikap:
a. Daya kreatif dan innovatif, dipadukan dengan kerja sama berdisiplin, kritis dan dinamis, memiliki vitalitas tinggi.
b. Tidak mudah terbawa arus, sanggup menghadapi realita baru di era kesejagatan.
c. Memahami nilai-nilai budaya luhur, siap bersaing dalam knowledge based society, punya jati diri yang jelas, hakekatnya adalah generasi yang menjaga destiny, individu yang berakhlak berpegang pada nilai-nilai mulia iman dan taqwa.
d. Motivasi yang bergantung kepada Tuhan, yang patuh dan taat beragama akan berkembang secara pasti menjadi agen perubahan.
e. Memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agama sebagai kekuatan spritual, yang memberikan motivasi emansipatoris dalam mewujudkan sebuah kemajuan fisik-material, tanpa harus mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan.
Keempat, Generasi kedepan wajib digiring menjadi taat hukum. Upaya ini dapat dilakukan dengan cara :
Memulai dari lembaga keluarga dan rumah tangga, memperkokoh peran orang tua, ibu bapak .
Fungsionalisasi peranan ninik mamak dan unsur masyarakat secara efektif.
Memperkaya warisan budaya dengan setia mengikuti dan mempertahankan, bertumpu kepada cita rasa patah tumbuh hilang berganti.
Menanamkan aqidah shahih (tauhid), dan istiqamah pada agama yang dianaut.
Menularkan ilmu pengetahuan yang segar dengan tradisi luhur.
Apabila sains dipisah dari aqidah syariah danakhlaq akan melahirkan saintis tak bermoral agama, konsekwensinya ilmu banyak dengan sedikit kepedulian.
Menanamkan kesadaran tanggung jawab terhadap hak dan kewajiban asasi individu secara amanah, penyayang dan adil dalam memelihara hubungan harmonis dengan alam.
Teguh politik, kukuh ekonomi.
Melazimkan musyawarah dengan disiplin .
Bijak memilih prioritas pada yang hak sebagai nilai puncak budaya Islam yang benar. Sesuatu akan selalu indah selama benar.
















BAB 3 . KESIMPILAN DAN SARAN

A . KESIMPULAN
Globalisasi telah menimbulkan dampak yang begitu besar dalam dimensi kehidupan manusia, karena globalisasi merupakan proses internasionalisasi seluruh tatanan masyarakan modern. Sehingga terjadi dampak yang beragam terutama pada aspek sosial dampak positif nya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan manusia lainnya. Sedangkan dampak negatifnya, banyaknya nilai dan budaya masyarakat yang mengalami perubahan dengan cara meniru atau menerapkannya secara selektif,
Masa remaja adalah masa yang sangat rentan jadi Para remaja cenderung bergerak menjadi generasi buih yang terhempas dipantai menjadidzurriyatan dhi’afan,suatu generasi yang bergerak menjadi “X-G” -- the loses generation -- yang tidak memiliki keberanian ikut serta didalam perlombaan dan percaturan gelombang era globalisasi. Penyimpanganperil aku menjadi ukuran atas kemunduran moral dan akhlak. Hilangnya kendali para remaja, berakibat ketahanan bangsa akan lenyap dengan lemahnya remaja.


B. SARAN
Masa remaja sebagai periode perkembangan yang paling penting bagi individu pada kenyataannya merupakan suatu periode yang sarat dengan perubahan dan rentan munculnya masalah. Meskipun demikian adanya pemahaman yang baik serta penanganan yang tepat terhadap remaja merupakan faktor penting bagi keberhasilan remaja di kehidupan selanjutnya, mengingat masa ini merupakan masa yang paling menentukan. Selain itu perlu adanya kerjasama dari remaja itu sendiri, orang tua, guru dan pihak-pihak lain yang terkait agar perkembangan remaja di bidang pendidikan dan bidang-bidang lainnya dapat dilalui secara terarah, sehat dan bahagia.
Maka kita sebagai remaja harus bisa membedakan mana kegiatan positif dan negative agar kita bisa mendapat manfaat yang bisa menunjang masa depan. Jaman era globalisasi sekarang ini banyak sekali hal yang menarik, sesuatu yang masih baru, maka kita pun harus bisa memilih yang terbaik, jangan sampai terpengaruh hal negative. Apabila sudah ada yang terjerumus kedalam hal negative cepatlah sadar diri karena masih banyak kesempatan untuk merubah masa depan.
















DAFTAR PUSTAKA

http://www.google.com/search?ie=UTF-8&oe=UTF-8&sourceid=navclient&gfns=1&q=era+globalisassi#hl=en&expIds=17259,17284,17287,17298,17310,18168,23754,24469,25333,25462,26428,27135,105555,112451,112481,112485,112737,114056,114136,114254,115829,115910&sugexp=ldymls&xhr=t&q=pengaruh+era+globalisasi&cp=8&pf=p&sclient=psy&aq=f&aqi=&aql=&oq=pengaruh+era+globalisasi&gs_rfai=&pbx=1&fp=83f87efc6f926f13,,,,,4-1-2011.17:27.
http://www.scribd.com/doc/3400803/1-2-Dampak-Globalisasi,,,,, 4-1-2011.17:46.
http://www.depsos.go.id/Balatbang/Puslitbang%20UKS/2004/Masngudin.htm ,,,,, 3-1-2011.15:46.
http://resources.unpad.ac.id/unpad-content/uploads/publikasi_dosen/1a%20MAKALAH%20AULIA-1.pdf,,,,, 4-1-2011.17:25.
Atkinson & Atkinson. 1998. PEngantar PSikologi, edisi kesebelas. Batam : Interaksara.
Crain, William. 1992. Theories of Development : Concept and Applications, third edition. New Jersey :Prentice-Hall, Inc.
Hurlock, Elizabeth. B. 1980. Developmental Psychology A life-Span Approach, fifth edition. New Delhi :Tata McGraw-Hill Publishing Company Ltd.
Hall, Lindzey & Campbell. 1998. Theories of Personality, forthh edition. New York : John Wiley & Sons, Inc.

Sabtu, 12 November 2011

Menyayi Nada Tinggi

Sebelum saya mulai tentang nada tinggi, saya harus menjelaskan bahwa setiap orang memiliki range atau wilayah nada masing-masing. Teori musik secara umum membagi suara manusia menjadi soprano (tinggi wanita), alto (rendah wanita), tenor (tinggi pria), dan bass (rendah pria). Nah, seorang penyanyi dengan suara bass, tentu tidak bisa memaksakan diri menjadi seorang soprano, begitupun sebaliknya. Tetapi, ternyata kebanyakan penyanyi belum memaksimalkan range vokal yang ia miliki. Dengan latihan yang cukup hal ini bisa diatasi.
Dalam video demonstrasi berikut ini, saya (seorang dengan wilayah nada tenor) menyanyikan latihan dengan tangga nada major, dari Do naik ke Sol, turun ke Do lagi lalu naik ke Do oktaf, turun ke Do bawah lagi lalu naik ke Fa oktaf atas dan ditahan sebentar di situ, lalu turun lagi ke Do awal. Latihan ini seirng digunakan penyanyi klasik.
Saya sendiri masih terus belajar, apalagi kalau melihat penyanyi klasik seperti Pavarotti yang bisa menyanyikan nada tinggi dengan prima dan tanpa susah payah, saya tentu masih jauh. Tetapi paling tidak saya sudah cukup terlatih untuk bisa menyanyikan high C bahkan sampai ke D5, nada tinggi yang menjadi momok bagi para pria tenor, dengan santai, rileks dan tidak masuk ke suara falsetto (suara tinggi yang tipis seperti Mickey Mouse). Bagaimana melakukan hal ini?
Jadi range vokal kita dibagi oleh register yang umumnya adalah chest voice dan head voice. Chest voice adalah register suara kita seperti saat kita berbicara atau lebih rendah. Sedangkan head voice adalah saat kita berbicara seperti Mickey Mouse dengan kualitas suara yang tipis. Lalu apa itu falsetto? beberapa guru vokal memperdebatkan definisi falsetto, tetapi dalam pengertian saya, falsetto adalah suara yang dibunyikan dalam register head voice, tetapi dengan kualitas yang lebih tipis, mendesah, dan bocor. Saat falsetto ini pita suara kita terdengar tidak menutup sehingga ada desahan dan udaranya bocor dan boros. Nah banyak penyanyi suara chest voice dan head voicenya tidak menyatu, sehingga saat ia ingin menyanyikan nada tinggi, ia memaksakan chest voicenya naik ke register head voice, tertekan, lalu pecah/flip menjadi falsetto. Sehingga suara rendah dan tingginya tidak connected.
Dalam video ini, saya berangkat dari chest voice, lalu naik ke head voice, tetapi masih ada resonansi chest voice di situ, sehingga suara yang dihasilkan saat di atas tidak tipis, masih ada ketebalan di situ. Biasanya ini disebut mixed voice, yaitu gabungan antara chest dengan head voice.
Dalam masterclass-nya Pavarotti menjelaskan bahwa saat dia menyanyikan nada tinggi (tidak falsetto), posisi larynx, atau tenggorokan yang terdapat pita suara, dalam posisi rileks, tidak ada tekanan yang menyakitkan, bahkan posisinya seperti saat berbicara, posisi istirahat. Inilah teknik vokal yang benar dan aman bagi pita suara kita. Saya tidak merasakan ketegangan sama sekali pada leher saya saat menyanyikan nada-nada tinggi dalam video ini seperti anda lihat sendiri. Hal ini memerlukan latihan yang banyak, karena menyangkut koordinasi otot dan pengaturan pernafasan.
Lain kali saya akan membuat tutorial mengenai latihan untuk melatih nada tinggi. Tetapi untuk sekarang yang penting saya ingin berbagi bahwa dengan teknik vokal yang baik, kita bisa menyanyikan nada tinggi tanpa menciderai vokal kita. Untuk bacaan lebih lanjut, silahkan anda google beberapa keyword ini: Bel Canto, Speech Level Singing, Mix Voice.

Memperluas Range Vocal

Setiap manusia memiliki vokal yang unik, tidak ada satupun yang betul-betul sama persis. Kualifikasi sopran, alto, tenor, dan bass adalah kualifikasi secara umum yang digunakan pelatih paduan suara, apakah kualifikasi tsb. merupakan hal yang sudah pasti, misalnya apakah seorang soprano sudah pasti memiliki range C4-C6 dan tenor C3-C5? tidak juga, karena setiap orang memiliki suara yang unik. Umumnya laki-laki memiliki suara lebih rendah dibanding perempuan, hal ini disebabkan karena pita suara yang dimiliki laki-laki lebih tebal dan panjang, sedangkan perempuan lebih tipis dan pendek. Jika anda lihat senar pada gitar, senar 6, yaotu yang paling atas, yang suaranya paling ngebass, pasti lebih tebal dibanding senar yang paling tinggi yaitu senar 1 yang tipis di bawah.
Apakah range suara bisa diperluas, jawabannya, ya, bisa. Tetapi seorang yang suaranya masuk kualifikasi bass, tentu tidak akan lalu berubah menjadi seorang sopran, ataupun sebaliknya. Sama halnya sebuah gitar tidak bisa memainkan nada rendah seperti sebuah bass. Kalaupun seorang bass bisa menyanyikan nada dalam range alto, suaranya tidak akan sehalus dan sebagus seorang alto yang menyanyikan, begitu juga sebaliknya. Saya dalam melatih paduan suara seringkali harus memberi contoh penyanyi sopran bagaimana menyanyikan bagian mereka, saya contohkan dengan nada tinggi ala sopran, tetapi tentu suaranya terdengar aneh, tidak akan sebagus jika seorang sopran yang menyanyikannya.
Berita bagusnya, kebanyakan dari kita belum menggunakan range kita secara maksimal. Itu yang harus kita latih, menggunakan range suara secara maksimal. Dulu sebelum berlatih vokal secara intensif, nada paling rendah yang bisa saya nyanyikan paling hanya sampai A, tetapi setelah berlatih saya sekarang bisa mencapai F# di bawah A yang dulu, cukup signifikan. Untuk nada tinggi, penyanyi harus belajar menyanyikan nada tinggi tanpa ada tekanan dan paksaan, belajar mengenai suara dada dan suara kepala, lalu berlatih untuk menghaluskan transisi antara keduanya. Metode menghaluskan transisi (biasa disebut pasaggio di ilmu vokal klasik) dulunya dilatih dalam metode Bel Canto, sebuah metode yang berkembang pada abad 17an.
Latihan apa yang bisa kita lakukan untuk memperluas range vokal kita? contoh latihan, lip trill atau buat suara brrrr dengan bibir atau tounge trill suara brrrr dengan lidah, lalu dengungkan nada do mi sol do sol mi do, setelah itu naik setengah nada dan lakukan lagi, lakukan latihan ini dan saat anda semakin tinggi, rasakan suara anda berpindah dari depan ke belakang tenggorokan, biarkan hal itu terjadi secara alami, rasakan suara anda menjadi lebih ringan dan enteng, jadi jangan dipaksakan atau dutarik hingga urat leher anda tegang, semuanya harus tetap rileks. Jika terasa tegang saat meraih nada tinggi, bungkukkan badan anda saat nadanya tinggi, lalu kembali tegak saat nadanya turun.
Latihan di atas hanyalah satu contoh dari latihan vokal yang baik untuk memperluas range kita. Anda bisa mencari banyak contoh latihan lainnya di YouTube, tetapi ingat, jika latihan tersebut terasa tidak nyaman atau bahkan sakit, sebaiknya tidak diteruskan. Selamat mencoba!

Melatih Artikulator Vocal

Instrumen vokal kita memiliki generator, producer, resonator, dan articulator. Articulator adalah mulut kita, termasuk di dalamnya lidah. Apa fungsinya? Ketika kita berbicara, kita membentuk kata-kata, dengan konsonan dan vokal a, i, u, e dan o, yang membentuk suara tersebut adalah bentuk mulut dan bibir kita, juga posisi lidah.
Perhatikanlah bagaimana bentuk dan posisinya ketika kita mengucap misalnya “a”, atau “mi”, atau “do”, semuanya berbeda. Dalam menyanyi tentunya hal ini sangat penting, terutama jika lagu yang dinyanyikan ada liriknya. Kita juga mengetahui ada banyak otot yang terlibat dalam menggerakkan articulator kita. Dan seperti otot lainnya dalam tubuh kita, otot articulator juga perlu dilatih agar bisa berfungsi maksimal, khususnya bagi public speaker, announcer, dan tentunya vocalists.
Dalam rutin saya ada beberapa pola yang digunakan. Salah satunya yang umum adalah dengan mengulang kalimat “tip, tip, tip, tip of the tounge” pola lainnya dengan “will you, will you, will you, will you william” untuk vokalis tentu dengan nada. Latihan lain adalah dengan “ma, me, mi, mo, mu, ka, ke, ki, ko, ku, sa, se, si, so, su, dst.” Beberapa latihan sederhana di atas akan melatih fleksibilitas articulator anda, dan membuatkan siap bekerja dengan maksimal sesuai kebutuhan anda. Selamat mencoba.

Antara Ciri Khas Dan Tekhnik Vocal

Hal ini sering kali menjadi pertanyaan bagi para vokalis yang telah berkarir cukup lama dan memiliki kebiasaan tertentu dalam bernyanyi sebelum mulai belajar vokal. “Apakah seseorang bisa kehilangan ciri khas-nya setelah belajar vokal?” Seorang kenalan saya bahkan telah “menuduh” seorang vokalis yang setelah belajar vokal secara formal, kemampuannya bernyanyi malah menurun. Jawaban saya adalah, hal itu bisa saja terjadi. Namun jika ia belajar secara menyeluruh, saya jamin kemampuan bernyanyi seseorang tidak akan menurun setelah belajar vokal.
Yang banyak terjadi adalah, setelah beberapa pertemuan belajar vokal, mengetahui tentang kesehatan vokal, teknik yang benar, dsb. Seorang penyanyi yang telah memiliki kebiasaan tertentu secara natural akan berusaha melakukan beberapa penyesuaian. Tentu ia menginginkan vokalnya tetap prima dan meningkatkan kemampuannya dalam bernyanyi, jika tidak, dari awal mungkin ia tidak akan belajar. Nah, fase inilah yang biasanya memberikan kesan kemampuan seseorang menurun, atau seorang vokalis kehilangan ciri khas-nya. Dan fase ini pula biasanya seseorang yang belajar setengah-setengah akan berhenti belajar.
Bagi penyanyi rock, justru belajar vokal adalah keputusan yang baik. Belajar vokal TIDAK bertujuan “meluruskan” gaya rock seseorang, melainkan membekali rocker tersebut dengan pengetahuan tentang instrumen vokalnya. Sehingga vokalis tersebut tahu betul apa yang ia lakukan dan melakukannya dengan penuh kesadaran. Selain itu, berbagai latihan teknik vokal akan memperkuat instrumennya tersebut, memperkuat dan ultimately, melindungi.
Saya bukan dokter, bukan pula penyanyi yang sangat bagus, namun saya tahu benar akibat jangka panjangnya jika instrumen vokal kita yang ringkih ini diberi tekanan terus menerus. Vokalnya bisa mengalami cidera, bahkan kehilangan suaranya secara permanen. Bagi seorang penyanyi rock untuk bisa menjaga vokalnya sampai tua, ia harus belajar bagaimana melakukan pemanasan vokal, bagaimana melakukan senam vokal sehari-hari, bagaimana teknik pernafasan, postur, dll.
Untuk perbandingan, anda mungkin pernah mendengar yang namanya Parkour, yaitu seni kelincahan tubuh seperti Jackie Chan, yang memungkinkan seseorang untuk bisa melompat dari gedung ke gedung, mendarat dengan selamat dari ketinggian, dan memanjat tanpa bantuan apapun. Di balik semua itu, ada sesi latihan yang panjang dan keras, baik fisik dan mental. Seorang pelaku Parkour tidak akan melakukannya begitu saja kalau ingin selamat.
Saran saya adalah bagi siapa saja yang telah bernyanyi cukup lama dan ingin belajar vokal, lakukanlah, dan lakukanlah secara serius sekalian. Latih teknik pernafasan anda, postur, dan sebagainya sehingga anda bisa melakukan semua itu tanpa berpikir lagi. Berlatih dengan teknik di ruang latihan. Namun saat di panggung, lupakan semuanya dan menyanyilah seperti biasa. Saya yakin anda akan tetap memiliki ciri khas anda, hanya, anda akan melakukannya dengan lebih baik dan lebih sehat.

Tekhnik Bernafas Dengan Diafragma

Ketika Anda menghirup nafas, bayangkan Anda mengisi paru-paru Anda dengan udara dengan mengisi bagian dasar terlebih dulu lalu terus ke atas seperti Anda mengisi botol minuman Anda dengan air. Ketika pernafasan yang Anda lakukan benar, maka Anda akan merasakan bagian tekanan di perut bagian depan, samping, bahkan belakang, ini yang dikenal sebagai pernafasan 360 derajat atau lebih populer dengan istilah pernafasan diafragma, di mana otot diafragma berkontraksi maksimal seiring dengan pernafasan.
Untuk mengetahui hal ini, posisikan pegangan Anda di perut bagian samping tepat di bawah rusuk dengan keempat jari-jari di depan dan ibu jari di belakang dan tarik nafas, usahakan agar bukan hanya perut bagian depan saja yang mengembang tetapi bagian samping dan belakang juga ikut mengembang, gunakan imajinasi Anda dan rasakan perbedaannya.
Diafragma adalah otot besar yang terletak tepat di bawah tulang rusuk terakhir, yang menempel di tulang belakang, tulang rusuk dan tulang dada. Otot diafragma adalah otot utama yang digunakan saat menghirup nafas, ketika otot diafragma berkontraksi, ia bergerak ke bawah, yang menyebabkan tekanan udara di dalam paru-paru menurun dan menyebabkan masuknya udara. Pergerakan otot diafragma menyebabkan pergeseran pada organ perut menyebabkan perut mengembang. maka sebaiknya kita tidak menahan perut kita saat bernafas untuk memaksimalkan pernafasan kita saat bernyanyi.
Untuk menghembuskan udara, hanya dengan melemaskan otot diafragma pada saat paru-paru sudah terisi penuh sudah cukup untuk mendorong udara keluar, namun untuk dapat menyanyi dengan baik, hal ini saja tidaklah cukup. Seorang vokalis sebaiknya mampu mengontrol tekanan udara di paru-paru, seberapa banyak dan seberapa cepat udara keluar masuk, dan bisa mempertahankan konsistensinya dengan menggunakan otot diafragma, inilah yang disebut sebagai support.
Banyak penyanyi yang mengeluhkan diri mereka memiliki pernafasan yang dangkal. Hal ini disebabkan karena pada saat menghirup nafas, mereka tidak mengisi paru-paru mereka dari bagian dasar ke atas, melainkan langsung mengisinya di bagian atas, hal ini dapat terlihat ketika dada dan bahu kita naik pada saat menghirup nafas. Usahakan untuk memperhatikan dan menghindari hal ini.

Tekhnik Vocal Yang Baik Dan Benar

Kalimat judul di atas sering sekali saya dengar. Mengikutinya, adalah serangkaian kalimat lain yang tidak mudah difahami, seperti menyanyi dari perut, pernafasan yang rendah, lidah turun, tenggorokan dibuka, postur, resonansi dan bla bla bla. Saya belajar vokal sejak kecil, dan berkesempatan untuk berguru kepada beberapa orang yang sangat membantu saya dalam mendapatkan kemajuan yang saya inginkan. Saya pun telah mengajar vokal dalam beberapa tahun terakhir ini, selain untuk berbagi ilmu saya juga mengajar untuk belajar dan untuk memaksa diri saya untuk berlatih secara rutin. Pengalaman yang saya dapatkan dari semua itu membuat saya memandang kalimat “teknik vokal yang baik dan benar” secara berbeda dari sebelumnya.
Teknik vokal membuat menyanyi menjadi lebih mudah, membuat suara kita semakin jelas dan bertenaga, meningkatkan stamina dalam bernyanyi, dan paling penting, mencegah kerusakan pada instrumen vokal kita yang tidak dijual di mana-mana ini. Setiap guru memiliki metode mereka masing-masing dalam mengajar teknik vokal. Bagi saya, satu kunci yang sangat penting mengenai hal ini adalah, jika menyanyi menyakitkan, stop. Pasti ada yang salah dengan sesuatu, entah itu teknik anda, atau jangan-jangan instrumen vokal anda mengalami kerusakan. Berikutnya yang saya jadikan aturan utama adalah sebelum dan saat anda bernyanyi, anda harus dalam keadaan relaks. Relaks akan mengoptimalkan pernafasan anda, dan memastikan tidak ada ketegangan otot yang tidak perlu dan membuang energi.
Saya menyarankan kepada semua penyanyi, agar walau anda sudah berkarir sebagai vokalis, sebaiknya anda tetap mencari seorang pelatih vokal agar anda senantiasa diingatkan kembali untuk rutin berlatih dan menguatkan otot-otot instrumen vokal anda, demi meningkatkan terus performa vokal anda dan meningkatkan kesehatan anda secara umum.
Blog ini juga saya dedikasikan bagi para pecinta vokal. Saya senang bisa berbagi. Saya sendiri bukanlah penyanyi yang sudah excellent, tetapi apa-apa yang saya tulis tentang teknik vokal telah terbukti membantu saya selama saya bernyanyi. Silahkan memilih category > vokal untuk membaca berbagai artikel yang saya tulis.