Sebelum saya mulai tentang nada tinggi, saya harus menjelaskan bahwa setiap orang memiliki range atau wilayah nada masing-masing. Teori musik secara umum membagi suara manusia menjadi soprano (tinggi wanita), alto (rendah wanita), tenor (tinggi pria), dan bass (rendah pria). Nah, seorang penyanyi dengan suara bass, tentu tidak bisa memaksakan diri menjadi seorang soprano, begitupun sebaliknya. Tetapi, ternyata kebanyakan penyanyi belum memaksimalkan range vokal yang ia miliki. Dengan latihan yang cukup hal ini bisa diatasi.
Dalam video demonstrasi berikut ini, saya (seorang dengan wilayah nada tenor) menyanyikan latihan dengan tangga nada major, dari Do naik ke Sol, turun ke Do lagi lalu naik ke Do oktaf, turun ke Do bawah lagi lalu naik ke Fa oktaf atas dan ditahan sebentar di situ, lalu turun lagi ke Do awal. Latihan ini seirng digunakan penyanyi klasik.
Saya sendiri masih terus belajar, apalagi kalau melihat penyanyi klasik seperti Pavarotti yang bisa menyanyikan nada tinggi dengan prima dan tanpa susah payah, saya tentu masih jauh. Tetapi paling tidak saya sudah cukup terlatih untuk bisa menyanyikan high C bahkan sampai ke D5, nada tinggi yang menjadi momok bagi para pria tenor, dengan santai, rileks dan tidak masuk ke suara falsetto (suara tinggi yang tipis seperti Mickey Mouse). Bagaimana melakukan hal ini?
Jadi range vokal kita dibagi oleh register yang umumnya adalah chest voice dan head voice. Chest voice adalah register suara kita seperti saat kita berbicara atau lebih rendah. Sedangkan head voice adalah saat kita berbicara seperti Mickey Mouse dengan kualitas suara yang tipis. Lalu apa itu falsetto? beberapa guru vokal memperdebatkan definisi falsetto, tetapi dalam pengertian saya, falsetto adalah suara yang dibunyikan dalam register head voice, tetapi dengan kualitas yang lebih tipis, mendesah, dan bocor. Saat falsetto ini pita suara kita terdengar tidak menutup sehingga ada desahan dan udaranya bocor dan boros. Nah banyak penyanyi suara chest voice dan head voicenya tidak menyatu, sehingga saat ia ingin menyanyikan nada tinggi, ia memaksakan chest voicenya naik ke register head voice, tertekan, lalu pecah/flip menjadi falsetto. Sehingga suara rendah dan tingginya tidak connected.
Dalam video ini, saya berangkat dari chest voice, lalu naik ke head voice, tetapi masih ada resonansi chest voice di situ, sehingga suara yang dihasilkan saat di atas tidak tipis, masih ada ketebalan di situ. Biasanya ini disebut mixed voice, yaitu gabungan antara chest dengan head voice.
Dalam masterclass-nya Pavarotti menjelaskan bahwa saat dia menyanyikan nada tinggi (tidak falsetto), posisi larynx, atau tenggorokan yang terdapat pita suara, dalam posisi rileks, tidak ada tekanan yang menyakitkan, bahkan posisinya seperti saat berbicara, posisi istirahat. Inilah teknik vokal yang benar dan aman bagi pita suara kita. Saya tidak merasakan ketegangan sama sekali pada leher saya saat menyanyikan nada-nada tinggi dalam video ini seperti anda lihat sendiri. Hal ini memerlukan latihan yang banyak, karena menyangkut koordinasi otot dan pengaturan pernafasan.
Lain kali saya akan membuat tutorial mengenai latihan untuk melatih nada tinggi. Tetapi untuk sekarang yang penting saya ingin berbagi bahwa dengan teknik vokal yang baik, kita bisa menyanyikan nada tinggi tanpa menciderai vokal kita. Untuk bacaan lebih lanjut, silahkan anda google beberapa keyword ini: Bel Canto, Speech Level Singing, Mix Voice.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar